Berkarya!Indonesia & Intel Indonesia Maker Meetup & Open Discussion

"Ada Apa dengan Maker Indonesia"

Pada hari Selasa, 4 April 2017 Gerakan Berkarya!Indonesia dan Intel Indonesia menyelenggarakan acara pertemuan dan diskusi terbuka untuk para maker di Indonesia. ini merupakan acara pertama yang diselenggarakan untuk memulai rangkaian program untuk Maker Indonesia selanjutnya.  Acara ini menghadirkan Ilham A. Habibie selaku founder Berkarya!Indonesia dan Rajiv K. Mongia, Director of Experience and Outreach – Maker and Innovator Group Intel Corp dan Mohammad Neil El Himam, Direktur Infrastruktur ICT Bekraf.

Maker yang hadir dalam acara ini berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda, diantaranya adalah  Andri Yadi dari DycodeX, Yusuf Syaid dari Dattabot, Andy Hidayat dari FabLab Bandung,  Felencia Hutabarat dari Ke-Kini Coworking Space, Ade S. Iskandar dari Lentera Bumi, Diandra pemenang Hackathon 2016, dan masih banyak lagi.

Acara yang dimoderatori oleh Wan Zaleha Radzi, co-founder Berkarya!Indonesia ini dimulai dengan pemaparan dari Ilham A. Habibie tentang Berkarya!Indonesia dan bagaimana gerakan ini bersama-sama dengan para maker Indonesia membangun kemandirian bangsa.  Kemudian Rajiv K. Mongia bercerita tentang kecintaannya pada dunia maker.  Rajiv juga memaparkan bagaimana membangun kecintaan anak pada dunia maker, membiarkan anak untuk mengembangkan rasa ingin tahunya, membiarkan mereka berbuat kesalahan untuk belajar. “The more you break the more you learn”, begitulah anak-anak belajar menjadi maker. Dunia pendidikan perlu memahami hal ini, agar proses pendidikan membuat anak belajar banyak tanpa rasa takut, takut untuk gagal, takut untuk mencoba atau takut untuk bertanya.  Rasa ingin tahu yang besar tanpa  takut gagal ini adalah modal besar untuk maju sebagai maker, dan tentunya yang tak kalah penting juga adalah rasa percaya diri yang baik atas kemampuan diri sendiri.

Maker di Indonesia potensinya sangat besar, dan masalah serta tantangan yang dihadapinya juga tidak kecil.  Masalah utama adalah rasa percaya diri yang kurang, rasa saling percaya akan kemampuan sesama maker juga rendah.  Kolaborasi dan sinergi antara maker, dunia pendidikan formal, pemerintah, industri, pemegang modal, dan profesional juga masih perlu dibangun mekanismenya agar efektif dan efisien  untuk memberdayakan Maker di Indonesia.

Sementara itu Mohammad Neil El Himam sebagai salah satu penggerak maker yang aktif dari Bekraf banyak memberikan tanggapan atas segala permasalahan para maker yang mengemuka pada acara diskusi ini. Pak Neil begitu secara akrab beliau disapa mengatakan bahwa Bekraf sangat mendukung maker Indonesia, salah satunya adalah dengan pembekalan ilmu melalui berbagai workshop juga mendorong kolaborasi maker dengan berbagai pihak, baik swasta maupun pemerintah.

Di akhir acara Ilham A. Habibie mengatakan bahwa masalah dalam dunia maker akan selalu ada, tapi bagaimana kita berbagi untuk menyelesaikan masalah tersebut, bagaimana menyusun arah tujuan kita berkarya bersama akan sedikit-demi sedikit menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh para maker.  Oleh karena itu acara seperti ini akan terus diadakan dan semakin terarah, bukan hanya sebatas diskusi tapi juga menjadi aksi nyata untuk berkembang bersama menjadi maker yang mandiri dan berhasil untuk membangun bangsa Indonesia. (RW)

Hubungi

Berkarya!Indonesia Noble House Building, 36rd Floor
Jl. Ide Anak Agung Gde Agung Kav E4.2 No. 2
Mega Kuningan, Jakarta Selatan - 12950, Indonesia

Phone: +6221 2978 3054
info@berkaryaindonesia.com

Penyelenggara